Mencari Apa di
Teknik Informatika?
hai guys,.
Kemudahan?
Kuliah di
teknik informatika itu susah lho. Bukannya mau menakut-nakuti. Tapi memang
begitulah kenyataannya. Sudah masuknya susah. Kuliahnya juga susah. Gak enak
kan?
Membuat
program itu tidak sesederhana yang pernah kalian kira. Dibalik setiap teknologi
yang luar biasa, terdapat kerumitan sistem yang luar biasa. Bahasa kerennya, sophisticated
outside, complicated inside.
Kesempatan
kerja yang luas?
Kalau yang
satu ini sih relatif ya. Bergantung perusahaannya. Beberapa minggu yang lalu
saya mengunjungi bursa karir di kampus
saya dan
ternyata tidak semua perusahaan membutuhkan tenaga kerja di bidang informatika.
(Nah lo?)
Prestise?
Kebanggaan?
Ok, bisa
masuk teknik informatika itu memang sebuah kebanggaan. Apalagi jika masuknya
lewat jalur SBMPTN yang terkenal banyak persaingan. Tapi percayalah, kebanggaan
itu nggak akan berlangsung lama. Apalagi jika ternyata teknik informatika
bukanlah passion kita. Yang ada hanyalah penyesalan demi penyesalan
saja.
Intinya,
jangan terlalu fokus pada jurusan kuliahnya. Teknik informatika bukanlah
satu-satunya jurusan yang ada di dunia perkuliahan. Fokuskan perhatian kalian
pada diri kalian sendiri. Kenali diri kalian
sendiri. Apa
sebenarnya yang menjadi passion kalian? Apa yang sebenarnya ingin
kalian capai di dunia perkuliahan? Atau jangan-jangan kalian kuliah hanya
karena ikut-ikutan teman?
Jangan suka
membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kalaupun banyak teman-teman
kalian yang mendaftar di jurusan teknik informatika. Bukan berarti kalian juga
harus mendaftar di teknik informatika. Menjadi siswa yang pintar atau pandai
itu bukan berarti harus masuk kedokteran atau teknik informatika kok.
Mengutip
kata-kata Billy Boen dan Rene Suhardono, “sukses itu bukan menjadi yang
terbaik. Tapi menjadi diri sendiri yang terbaik.”
Sekali lagi.
Sebelum memutuskan pilihan jurusan, kenali potensi diri sendiri. Pastikan bahwa
pilihan kalian memang sesuai dengan panggilan hati + sesuai dengan minat dan
bakat yang kalian miliki.
“Yang
terpenting bukanlah jurusannya, tapi apa yang bisa kita berikan setelah lulus
nantinya. Karena mahasiswa yang paling baik bukanlah mahasiswa di kampus yang
paling tinggi passing grade-nya. Tapi mahasiswa paling baik adalah yang paling
bisa memberi manfaat bagi sesama.” – Ahsan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar